Senin, 19 Okt 2026 NasionalPerbankanInvestasiBisnisEkonomi
Breaking
Beranda › Investasi
Investasi

11 Proyek Hilirisasi Rp180 Triliun di IWIP, Perhapi Soroti Hambatan Birokrasi

✍️ iken Larasati 🕒 15 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Investasi Hilirisasi IWIP Rp180 Triliun, Perhapi Soroti Kepastian Perizinan
Investasi Hilirisasi IWIP Rp180 Triliun, Perhapi Soroti Kepastian Perizinan Foto: Istimewa

JurnalFinansial.com - Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menegaskan bahwa kepastian perizinan dan birokrasi yang efisien menjadi kunci untuk mempercepat realisasi investasi hilirisasi. Pernyataan ini muncul setelah peluncuran 11 proyek industri senilai Rp180 triliun di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Ketua Dewan Penasihat Perhapi, Rizal Kasli, menyebut pemerintah perlu menyingkirkan hambatan perizinan yang berpotensi menunda proyek. Ketidakpastian itu, menurutnya, bisa membuat investor memindahkan modal ke negara lain yang prosesnya lebih mudah dan birokrasinya lebih efisien.

“Indonesia sudah terkenal dengan hambatan tersebut, sehingga banyak investasi yang molor beberapa tahun akibat hambatan tersebut,” kata Rizal kepada Bisnis, dikutip Rabu (14/10/2026).

Potensi Mineral untuk Industri Manufaktur

Rizal menjelaskan, Indonesia memiliki sumber daya mineral yang dapat menopang industri manufaktur, dari baterai kendaraan listrik hingga panel surya. Untuk baterai kendaraan listrik, Indonesia punya nikel, kobalt, dan mangan, tetapi belum memiliki sumber daya litium yang bisa dimanfaatkan.

Mineral dalam negeri juga dapat mendukung industri kendaraan listrik serta panel surya atau fotovoltaik. Ketersediaan bahan baku itu, kata Rizal, perlu dimanfaatkan untuk memperkuat rantai pasok industri nasional.

“Untuk kendaraan listrik misalnya Indonesia memiliki aluminium, nikel, besi, tembaga dan timah. Untuk fotovoltaik Indonesia juga memiliki mineral seperti silika, tembaga, timah dan aluminium. Produk antara yang dihasilkan bisa diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri [DMO] seperti yang diberlakukan untuk batu bara saat ini,” jelasnya.

Hilirisasi Picu Tumbuhnya Industri Pendukung

Menurut Rizal, berkembangnya industri hilir dapat menarik investasi di sektor pendukung, termasuk pabrik komponen hingga barang jadi. Dengan begitu, hilirisasi tidak berhenti pada pengolahan mineral, tetapi mendorong industri manufaktur yang lebih luas.

“Dengan munculnya industri hilir ini akan menjadi trigger industri lainnya masuk sebagai industri pendukung dan pabrikan-pabrikan untuk memproduksi produk jadi,” katanya.

Ia menilai pengembangan manufaktur di IWIP meningkatkan nilai tambah produk tambang. Produk antara hasil pengolahan mineral dapat dilanjutkan menjadi barang jadi, seperti baterai kendaraan listrik, mobil dan truk listrik, kapal, pesawat, hingga peralatan telekomunikasi dan pertahanan.

“Walaupun masih ada sebagian komponen atau part yang masih diimpor. Ini suatu langkah yang sangat maju dan fenomenal dimana industri Indonesia bisa menghasilkan produk jadi,” kata Rizal.

Empat Proyek Sudah Ekspor Perdana

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan 11 proyek hilirisasi di kawasan IWIP sekaligus melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik pada Kamis (8/10/2026). Peluncuran itu menandai pergeseran hilirisasi dari pengolahan dan pemurnian mineral menuju produksi barang bernilai tambah lebih tinggi.

Empat dari 11 proyek telah memasuki tahap komersialisasi dengan ekspor perdana, yakni:

  • PT Blue Sparking Energy (material baterai kendaraan listrik)
  • PT REPT Battero Energy Indonesia (baterai kendaraan listrik)
  • PT Pioneer Aluminium Industries (aluminium elektrolitik)
  • PT XCMG Indonesia Manufacturing (alat berat berbasis listrik)

Tujuh Proyek Masuk Tahap Pembangunan

Tujuh proyek lainnya mulai memasuki tahap pembangunan:

  • PT Guang Ching Nickel Cobalt (material baterai)
  • PT Inno Prima Material (separator baterai)
  • PT Tinci Materials Indonesia (elektrolit baterai)
  • PT Weda Bay Aluminium (smelter aluminium)
  • PT Bintang Karya Aluminium (fasilitas peleburan aluminium)
  • PT Foton Guangqing Motor Indonesia (truk listrik atau electric dump truck)
  • PT Flatsolar Energy Indonesia (kaca fotovoltaik untuk panel surya)
IL
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update