Kamis, 03 Sep 2026 NasionalPerbankanInvestasiBisnisEkonomi
Breaking
Beranda › Perbankan
Perbankan

Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI, Bawa Prinsip 3I + S

✍️ Admin 🕒 02 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
Destry Damayanti
Destry Damayanti Foto: Antara

Jurnalfinansial.comDestry Damayanti resmi menduduki posisi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026-2031.

Selain Destry, Aida S. Budiman dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI.

Destry menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut secara optimal setelah mengucapkan sumpah jabatan di Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

Dalam kepemimpinannya, Destry mengatakan BI akan memfokuskan kebijakan pada prinsip 3I + S.

"Kami tentunya juga ke depan akan terus memfokuskan kebijakan-kebijakan kami yang akan memenuhi prinsip 3I + S," ujar Destry kepada wartawan.

Destry menjelaskan, prinsip 3I terdiri dari impactful atau berdampak, inklusif, dan integratif. Ketiga prinsip tersebut akan dipadukan dengan S, yakni sinergi merah putih.

Menurutnya, prinsip tersebut akan menjadi pegangan BI dalam mendukung pencapaian Indonesia maju.

Destry juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi. Menurut dia, stabilitas akan memberikan ruang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi.

Terkait arah kebijakan ke depan, Destry mengatakan BI akan terus mengoptimalkan koordinasi lintas sektoral.

Pengendalian inflasi dan penanganan berbagai persoalan domestik, kata dia, akan dilakukan melalui penguatan sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait.

"Jadi tidak Bank Indonesia sendiri, kita bisa mengajak dengan tadi sinergi merah putih itu, khususnya dalam menangani masalah-masalah domestik seperti inflasi yang itu tentu akan menjadi PR bagi kami dengan terus meningkatkan sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait," ujar Destry.

Destry juga menyinggung mandat baru BI berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Melalui regulasi tersebut, BI memiliki mandat untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus menciptakan iklim ekonomi yang kondusif.

Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja diharapkan dapat terus berkembang.

Sementara itu, Destry turut merespons tren kenaikan imbal hasil obligasi global (global bond yields) yang terjadi di Amerika Serikat, Jepang, dan sejumlah negara lainnya.

Ia mengatakan kondisi tersebut sejalan dengan asesmen terbaru BI yang mencatat situasi higher for longer masih membayangi pasar keuangan global.

Menurut Destry, tingginya imbal hasil obligasi, inflasi global, serta suku bunga acuan negara maju yang masih berada di level tinggi menjadi sejumlah faktor eksternal yang perlu diperhatikan BI.

"Nah ini sesuatu yang pasti akan kami antisipasi pada saat kami membuat kebijakan untuk domestik," ujar Destry.

A
AdminPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update