Kuliah Sambil Berjualan di Blok M, Begini Cara Belajar Mahasiswa Universitas Ciputra Jakarta
JurnalFinansial.com - Universitas Ciputra Jakarta kini punya gedung sendiri di Ciputra International Superblock, Jakarta Barat. Ciputra Group meresmikannya pada Kamis (15/10/2026). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memotong pita, kemudian membawakan kuliah umum bertema “Peran Generasi Muda, Kewirausahaan, dan Inovasi dalam Membangun Jakarta sebagai Kota Global”. Kampus ini menjadikan praktik bisnis nyata sebagai fondasi pembelajaran sejak hari pertama kuliah.
Pramono menyampaikan harapannya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Jumat (16/10/2026). “Kehadiran Universitas Ciputra Jakarta memberikan warna baru bagi pendidikan di Jakarta. Melalui pendidikan yang menumbuhkan kreativitas, inovasi, jiwa entrepreneurship, serta berkontribusi dalam membangun Jakarta sebagai kota global,” ujar Pramono.
Berjualan di Blok M Saat Orientasi
Sejak masa orientasi, mahasiswa baru sudah diminta merintis dan menjalankan usaha kecil di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M. Lewat kegiatan itu, mereka melihat langsung bagaimana pasar merespons dan bagaimana produk yang dijual berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Pemilihan Blok M sejalan dengan upaya Gubernur DKI Jakarta menjadikan kawasan tersebut ruang kreatif yang menggerakkan aktivitas ekonomi, budaya, dan komunitas. Pengalaman berjualan itu lalu dibawa ke mata kuliah Entrepreneurship pada semester pertama.
RBX Pertemukan Teori dan Dunia Industri
Di kelas, pengalaman lapangan dibahas lewat pendekatan Real Business Experience (RBX). Mahasiswa memelajari cara bisnis berjalan, mengenali persoalan, dan mengusulkan solusi dengan menerapkan teori dalam praktik. Mitra industri turut hadir dengan memberikan wawasan serta konteks bisnis, sehingga mahasiswa bisa menilai kondisi usaha, mempertimbangkan pilihan, dan menyusun gagasan sesuai kebutuhan nyata.
Campus Director Universitas Ciputra Jakarta, Prof Christina Eviutami Mediastika, menyebut RBX sebagai jalur yang langsung menghubungkan mahasiswa dengan industri. “Real Business Experience (RBX) ini adalah jembatan yang menghubungkan mahasiswa agar dapat terhubung langsung dengan dunia industri,” ujar Christina.
Kawan Lama Group menjadi salah satu mitra lewat mata kuliah Introduction to Entrepreneurship & Innovation, bersama enam unit bisnisnya: AZKO, INFORMA, Toys Kingdom, ATARU, SELMA, dan Chatime. Ciputra Group juga mendukung melalui unit mal Ciputra di Jakarta, Tangerang, dan Cibubur, yang menyediakan studi kasus operasional untuk dianalisis mahasiswa dan dikembangkan menjadi usulan solusi pada sejumlah mata kuliah hingga semester berikutnya.
Penggunaan AI Harus Etis
Kampus juga mendorong pemakaian teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara etis dan bertanggung jawab. Dosen dan mahasiswa diperbolehkan memakainya untuk menggali ide dan mengembangkan solusi, dengan syarat menjaga ketepatan informasi, kejujuran akademik, dan privasi. Mahasiswa tetap memikul tanggung jawab atas pertimbangan dan karya mereka.
Lewat peresmian ini, Universitas Ciputra Jakarta menegaskan komitmennya menyatukan pendidikan dan praktik bisnis nyata sejak awal studi. Berusaha saat orientasi, belajar bersama industri melalui RBX, dukungan ekosistem bisnis Ciputra Group, dan pemanfaatan teknologi secara etis dirancang sebagai satu rangkaian proses. Kampus berharap lulusannya mampu memahami kebutuhan masyarakat, mengembangkan solusi, dan menciptakan nilai, baik lewat profesi maupun usaha.
