Senin, 19 Okt 2026 NasionalPerbankanInvestasiBisnisEkonomi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Integrasi InaExport dan SAPA UMKM: Strategi Baru Dongkrak Ekspor Nasional

✍️ iken Larasati 🕒 23 Sep 2026 👁️ 12x dibaca
Menteri Perdagangan Budi Santoso (kedua kiri) bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Isy Karim (kedua kanan), Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi (kiri) dan Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman saat soft launching platform digital InaExport di Jakarta
Menteri Perdagangan Budi Santoso (kedua kiri) bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Isy Karim (kedua kanan), Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi (kiri) dan Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman saat soft launching platform digital InaExport di Jakarta Foto: Investortrust/Dicki Antariksa

Jurnalfinansial.com - Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat kolaborasi strategis guna memperluas akses pasar ekspor bagi pelaku usaha lokal lewat platform InaExport. Penguatan sinergi ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Selasa (22/9).

Melalui platform yang berfungsi sebagai National Export Gateway Indonesia tersebut, para pengusaha UMKM kini dapat memanfaatkan kanal Cek Ekspor untuk menggali berbagai informasi penting terkait kebutuhan pasar luar negeri. Sinergi ini juga mencakup integrasi aplikasi SAPA UMKM milik Kementerian UMKM dengan InaExport melalui sistem Open API guna mempermudah pendampingan ekspor secara spesifik.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menjelaskan bahwa optimalisasi platform ini melibatkan peran strategis dari Smesco Indonesia serta jaringan perwakilan perdagangan di luar negeri.

“InaExport menjadi instrumen penting dan strategis dalam ekosistem ekspor Indonesia karena menghubungkan UMKM ke rantai pasar global, menemukan eksportir potensial, meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha, serta memperkuat daya saing produk,” ujar Bagus.

Lebih lanjut, kolaborasi antara kedua kementerian ini menitikberatkan pada pertukaran data, perluasan jejaring pemasaran, pendampingan pembiayaan, hingga dukungan fasilitas logistik dan pergudangan. Melalui langkah terintegrasi ini, pemerintah menargetkan peningkatan kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga mencapai 15–17 persen dari posisi saat ini yang berada di kisaran 60 persen.

IL
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update