Rabu, 16 Sep 2026 NasionalPerbankanInvestasiBisnisEkonomi
Breaking
Beranda › Investasi
Investasi

Dampak ICA-CEPA: Kanada Pangkas Tarif 90 Persen Produk Ekspor Indonesia

✍️ iken Larasati 🕒 16 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
Menko Airlangga dan Pengusaha Kanada
Menko Airlangga dan Pengusaha Kanada Foto: ekon.go.id

Jurnalfinansial.com - Pemerintah Indonesia terus bergerak cepat memanfaatkan momentum perjanjians kerja sama ekonomi dengan Amerika Utara. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara terbuka mengajak kalangan investor dan pengusaha asal Kanada untuk memperluas cakupan investasinya di Indonesia, mulai dari sektor transisi energi, mineral kritis, hingga jasa keuangan dan teknologi.

Daya tarik investasi tersebut disampaikan Menko Airlangga dalam forum Canada-ASEAN Business Council (CABC) Executive Dialogue yang digelar di sela-sela agenda Canada Investment Summit di Toronto, Kanada, Senin (14/9).

Untuk memuluskan komitmen tersebut, Menko Airlangga menggelar serangkaian pertemuan bilateral dengan pimpinan perusahaan global. Di antaranya diskusi bersama CEO AtkinsRealis, Ian L. Edwards, guna membahas potensi pengembangan energi tenaga nuklir, serta pertemuan dengan CEO Sun Life, Kevin D. Strain, untuk memperkuat kemitraan di sektor jasa keuangan.

Tak hanya itu, dalam sesi CABC Reception bersama Menteri Industri Kanada The Honourable Mélanie Joly, Airlangga kembali menegaskan pentingnya masuknya modal Kanada ke berbagai sektor strategis lain seperti hilirisasi mineral kritis (nikel dan bahan baterai), energi terbarukan, ketahanan pangan, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kemitraan strategis ini semakin solid berkat dorongan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Perjanjian ini tercatat sebagai kesepakatan dagang bilateral pertama Kanada dengan negara anggota ASEAN, sekaligus menjadi kemitraan ekonomi komprehensif perdana bagi Indonesia di kawasan Amerika Utara.

"Indonesia menawarkan pasar bagi investor Kanada dan ASEAN yang tidak hanya besar, tetapi stabil dan disiplin dalam mengelola pertumbuhannya," ujar Menko Airlangga.

Melalui skema ICA-CEPA, Kanada berkomitmen memangkas atau menghapuskan tarif pada lebih dari 90 persen pos tarif untuk produk ekspor Indonesia. Sebaliknya, Indonesia juga akan memberlakukan kebijakan serupa untuk hampir 86 persen pos tarif produk asal Kanada. Saat ini, ratifikasi ICA-CEPA telah rampung dilakukan oleh kedua belah pihak dan tengah memasuki tahap pembahasan teknis, seperti aturan asal barang (rules of origin).

"ICA-CEPA adalah instrumen yang tepat, di waktu yang tepat," tegas Menko Airlangga.

Airlangga menekankan bahwa peran aktif pelaku usaha sangat menentukan keberhasilan implementasi perjanjian ini di lapangan.

"Dialog hari ini penting, karena pada akhirnya para pelaku usaha seperti anggota CABC-lah yang akan mewujudkan ICA-CEPA. Saya mendorong forum ini menjadi ajang pertukaran gagasan dua arah, dan berharap masukan yang diperoleh hari ini dapat diterjemahkan menjadi tindak lanjut yang konkret," ucapnya.

Forum strategis di Toronto tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi kawasan, antara lain Menteri Perdagangan Internasional Kanada Maninder Sidhu, Menteri Keuangan II Brunei Darussalam Dato Dr. Amin Liew Abdullah, serta Presiden CABC Wayne Farmer.

Adapun jajaran Delegasi RI yang mendampingi Menko Airlangga meliputi Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, serta Konsul Jenderal RI di Toronto Vevie Damayanti.

IL
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update