Sinergi BSI dan BPJS Kesehatan Hadirkan Kemudahan Akses Pembayaran JKN
Jurnalfinansial.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperluas cakupan kerja sama strategisnya dengan BPJS Kesehatan guna membangun ekosistem bisnis kesehatan yang terintegrasi. Fokus utama dari kolaborasi ini mencakup perluasan kanal pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), penanganan pembayaran gaji pegawai, hingga penjajakan pembiayaan bagi fasilitas kesehatan.
Implementasi perluasan akses pembayaran iuran JKN tersebut kini diwujudkan melalui aplikasi BYOND by BSI. Melalui platform digital ini, para peserta JKN dapat melakukan transaksi pembayaran iuran secara praktis tanpa harus mendatangi kantor cabang perbankan secara langsung.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menilai bahwa kemudahan transaksi lewat perbankan memegang peranan vital untuk menjaga kepatuhan peserta.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap akses kanal pembayaran iuran JKN semakin luas, mudah, aman, dan dapat menjangkau lebih banyak peserta,” ujar Prihati.
Selain kemudahan bagi peserta individu, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan bahwa sinergi ini juga mencakup pengelolaan transaksi keuangan, layanan business to business (B2B), serta integrasi perbankan bagi rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Kolaborasi ini bahkan membuka peluang solusi pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur maupun modernisasi fasilitas kesehatan.
“Perbankan memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan layanan publik, termasuk melalui kemudahan transaksi, efisiensi pengelolaan keuangan, dan solusi perbankan yang terintegrasi,” ujar Anggoro di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Kerja sama kelembagaan ini merupakan kelanjutan dari sinergi sebelumnya, di mana BSI telah mendukung pengelolaan likuiditas melalui cash management system (CMS) dan layanan collection pembayaran iuran. Di samping itu, BSI turut aktif mendukung program Universal Health Coverage (UHC) melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah demi memperluas perlindungan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami melihat peluang sinergi ini dapat terus berkembang, sejalan dengan kebutuhan layanan kesehatan yang semakin dinamis,” kata Anggoro. Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis perseroan harus selalu berjalan beriringan dengan penciptaan nilai tambah bagi masyarakat luas.
