Kamis, 05 Nov 2026 NasionalPerbankanInvestasiBisnisEkonomi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Akses Modal Jadi Penggerak UMKM, BNI Biayai Usaha Sapu Ijuk Jember Rp200 Juta

✍️ Aditya Prasetyo 🕒 27 Oct 2026 👁️ 8x dibaca
KUR BNI Jember mendukung pengembangan UMKM lokal melalui pembiayaan usaha sapu ijuk Ken Dedes
KUR BNI Jember mendukung pengembangan UMKM lokal melalui pembiayaan usaha sapu ijuk Ken Dedes Foto: AI Generated

Jurnalfinansial.com – Akses terhadap pembiayaan produktif menjadi salah satu faktor yang mendukung pengembangan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), perbankan dapat membantu pelaku usaha memperkuat kegiatan operasional dan mengembangkan bisnis sesuai kebutuhan.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melalui Kantor Cabang Jember memberikan pembiayaan KUR senilai Rp200 juta kepada usaha sapu ijuk Ken Dedes di Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember.

Usaha milik Karyati tersebut memanfaatkan fasilitas pembiayaan untuk pengembangan lokasi usaha dan penguatan kapasitas bisnis yang dijalankan bersama suaminya.

Ken Dedes memiliki kegiatan produksi sapu ijuk dan perlengkapan rumah tangga yang dipasarkan kepada sejumlah segmen konsumen, mulai dari perkantoran, instansi, pedagang keliling, hingga masyarakat umum.

Dari sisi operasional, usaha tersebut telah didukung mesin pembuatan sapu, fasilitas pergudangan, serta sarana penyimpanan barang. Sebanyak lima tenaga kerja terlibat dalam aktivitas produksi sehari-hari.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan, dukungan pembiayaan kepada UMKM diarahkan untuk membantu usaha produktif yang memiliki pasar dan potensi pengembangan.

"BNI Jember terus berupaya hadir lebih dekat dengan pelaku usaha melalui pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas bisnisnya. Melalui KUR BNI, kami ingin membantu usaha-usaha produktif yang telah memiliki pasar dan prospek agar dapat terus berkembang secara sehat dan berkelanjutan," ujar Okki.

Selain mendukung aktivitas produksi, usaha Ken Dedes juga memiliki keterkaitan dengan pemasok bahan baku dan komponen produksi dari Bondowoso, Lumajang, serta Puger, Jember.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan kapasitas UMKM berpotensi menghasilkan dampak ekonomi yang melampaui kegiatan usaha utama, termasuk terhadap tenaga kerja dan jaringan pemasok.

BNI menekankan pentingnya menjaga kualitas pembiayaan melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap ketentuan penyaluran KUR.

Ke depan, BNI terus mendorong pembiayaan yang diikuti penguatan kapasitas usaha, termasuk melalui pendampingan, digitalisasi, dan perluasan akses pasar.

Upaya tersebut diharapkan membantu UMKM meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

AP
Rino Arfian
Rino ArfianEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update