Selasa, 03 Nov 2026 NasionalPerbankanInvestasiBisnisEkonomi
Breaking
Beranda › Investasi
Investasi

Jawa Tengah Bidik Investasi Rp9,7 Triliun dari Investor Vietnam dan Tiongkok

✍️ iken Larasati 🕒 03 Nov 2026 👁️ 0x dibaca
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi didampingi Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat mengunjungi salah satu tenant di Kawasan Industri Kendal, beberapa waktu lalu.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi didampingi Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat mengunjungi salah satu tenant di Kawasan Industri Kendal, beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa

JurnalFinansial.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjajaki potensi investasi senilai Rp9,7 triliun dari sejumlah investor asal Vietnam dan Tiongkok. Penjajakan ini dilakukan melalui agenda kerja sama sister province dengan Provinsi Quang Ninh, Vietnam, sekaligus promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, ketertarikan calon investor didukung kondisi wilayah yang kondusif, kemudahan perizinan, kesiapan infrastruktur, serta daya saing sumber daya manusia (SDM).

"Investasi senilai Rp9,7 triliun ini bisa didapatkan karena ada kepercayaan dari investor. Kami mengajak seluruh stakeholder untuk ikut mendukung pengembangan Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan investasi," ujarnya, Senin (2/11/2026).

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Jawa Tengah Urip Sihabudin menjelaskan, Pemprov Jawa Tengah telah mengirimkan tim ke Vietnam untuk mengikuti agenda Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara tersebut.

Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk menjajaki kerja sama sister province dengan Provinsi Quang Ninh serta memperkenalkan potensi perdagangan, pariwisata, dan investasi (trade, tourism, and investment/TTI) Jawa Tengah.

"Kami menawarkan potensi investasi, perdagangan, dan pariwisata Jawa Tengah, dilanjutkan penandatanganan business-to-business. Kami juga sudah bertemu langsung dengan calon investor yang akan investasi di Jawa Tengah," kata Urip.

Tiga rencana investasi bernilai triliunan rupiah

Dari rangkaian penjajakan tersebut, sejumlah calon investor menyampaikan minat dan komitmen penanaman modal melalui nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) serta letter of intent (LoI).

Salah satu rencana investasi berasal dari perusahaan garmen berskala besar dengan nilai sekitar Rp4,6 triliun. Perusahaan tersebut dijadwalkan memulai pembangunan melalui peletakan batu pertama pada Desember 2026.

Rencana berikutnya datang dari perusahaan asal Vietnam yang bergerak di bidang produksi sepatu, tas kulit, dan minyak wangi. Perusahaan yang telah memiliki pabrik di Jepara itu berencana memperluas kegiatan usahanya ke daerah lain di Jawa Tengah dengan nilai investasi sekitar Rp2,9 triliun.

Sementara itu, perusahaan asal Tiongkok berencana memindahkan pabriknya ke Jawa Tengah. Nilai investasi untuk rencana relokasi tersebut diperkirakan mencapai Rp2,17 triliun.

"Dari sektor pemerintahan, promosi pariwisata, hingga investasi diperoleh total potensi Rp9,7 triliun. Sudah ada yang menandatangani kontrak, ada juga yang baru letter of intent," jelas Urip.

Pemprov Jawa Tengah siapkan pengembangan kawasan industri

Untuk menarik lebih banyak investor, Pemprov Jawa Tengah berencana mengadopsi konsep pengembangan kawasan industri yang diterapkan di Vietnam.

Dalam model tersebut, pemerintah berperan menyiapkan berbagai kebutuhan dasar investasi, mulai dari lahan, infrastruktur awal, dan perizinan hingga dukungan rantai pasok bahan baku serta tenaga kerja.

Strategi pengembangan ini direncanakan diterapkan di tiga hingga empat lokasi dari 12 daerah yang telah mengajukan usulan pembentukan kawasan industri baru. Kabupaten Brebes menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam rencana pengembangan tersebut.

IL
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update