Selasa, 03 Nov 2026 NasionalPerbankanInvestasiBisnisEkonomi
Breaking
Beranda › Investasi
Investasi

BKPM Catat Investasi Properti Rp120,4 Triliun, PMDN Mendominasi

✍️ iken Larasati 🕒 02 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Sepanjang Januari-September 2026 investasi sektor properti sebagaimana dicatat BKPM mencapai 120,4 triliun dan didominasi PMDN.
Sepanjang Januari-September 2026 investasi sektor properti sebagaimana dicatat BKPM mencapai 120,4 triliun dan didominasi PMDN. Foto: Muhammad Idris/properti.kompas.com

JurnalFinansial.com - Realisasi investasi sektor properti yang mencakup subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencapai Rp120,4 triliun sepanjang Januari–September 2026. Nilai tersebut setara dengan 7,8% dari total realisasi investasi gabungan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA).

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sektor properti menempati posisi kelima dalam daftar subsektor dengan realisasi investasi terbesar jika PMDN dan PMA digabungkan.

Dari total tersebut, investasi domestik menyumbang Rp80,4 triliun atau 10,6% dari keseluruhan realisasi PMDN. Sementara itu, investasi asing mencapai Rp40 triliun, setara dengan 5,1% dari total realisasi PMA.

Jika dipisahkan berdasarkan asal modal, subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menempati peringkat keempat dalam realisasi PMDN. Nilainya berada di bawah sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp117,8 triliun, pertambangan Rp102,9 triliun, serta jasa lainnya Rp95,3 triliun.

Posisi keempat juga ditempati sektor properti dalam kategori PMA. Dengan realisasi Rp40 triliun, subsektor ini berada di bawah industri logam dasar dan barang logam yang mencapai Rp246,6 triliun, jasa lainnya Rp100,4 triliun, serta pertambangan Rp40,7 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan sektor properti tetap menjadi salah satu tujuan investasi, baik bagi investor domestik maupun asing, selama sembilan bulan pertama 2026.

Adapun perhitungan realisasi investasi tersebut menggunakan asumsi kurs dalam APBN sebesar Rp16.500 per dolar AS. Seluruh nilai investasi disajikan dalam satuan triliun rupiah.

IL
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update