Selasa, 03 Nov 2026 NasionalPerbankanInvestasiBisnisEkonomi
Breaking
Beranda › Bisnis
Bisnis

Danantara Akuisisi Lahan 4,4 Hektare di Makkah, Perluas Investasi Properti Arab Saudi

✍️ iken Larasati 🕒 20 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Danantara Indonesia.
Danantara Indonesia. Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman

JurnalFinansial.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui PT Danantara Investment Management (DIM) merampungkan akuisisi lahan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher Makkah, Arab Saudi, pada 18 Oktober 2026. Langkah ini melanjutkan investasi Danantara di sektor perhotelan setempat setelah mengambil alih Novotel Thakher Makkah yang memiliki 1.461 kamar dan suite pada 11 Agustus 2026.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, rangkaian transaksi tersebut menjadi bagian dari strategi investasi jangka panjang perusahaan di sektor perhotelan Makkah. Investasi itu juga dipersiapkan sebagai fondasi pengembangan ekosistem akomodasi dan layanan terpadu bagi jemaah haji dan umrah.

Akuisisi hotel dan lahan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan strategis antara Danantara Indonesia dan Thakher Development Company yang diumumkan pada 14 Desember 2025.

"Fokus kami adalah mengelola aset-aset ini dengan disiplin investasi yang ketat, sekaligus mengembangkan ekosistem terpadu yang meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan bagi jemaah dari Indonesia maupun berbagai negara lainnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Investasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan ekosistem haji dan umrah yang disebut Kompleks Bait Jemaah. Proyek ini diarahkan untuk menyediakan akomodasi dan fasilitas pendukung bagi jemaah sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman beribadah.

Lahan Disiapkan untuk Pengembangan Hotel dan Ritel

Danantara merencanakan lahan seluas 4,4 hektare itu sebagai bagian dari rencana induk pengembangan terpadu. Kawasan tersebut berpotensi mencakup fasilitas perhotelan, ritel, serta berbagai sarana pendukung lainnya.

Pengembangan akan dilakukan secara bertahap bersama Al-Khomasiah, mitra pengembang lokal yang mendukung penyelesaian transaksi dan kehadiran Danantara Indonesia di Arab Saudi. Setiap tahap akan melalui persiapan studi kelayakan, persetujuan, serta pemenuhan dokumen perizinan yang dipersyaratkan.

Rosan menilai investasi ini juga membuka peluang untuk mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Arab Saudi. Selain sektor properti di Makkah, Danantara berencana menjajaki kesempatan investasi di Madinah dan sektor strategis lainnya.

Menurutnya, peluang tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi kedua negara melalui penguatan kerja sama bilateral.

"Kami akan terus memperdalam kerja sama bilateral dengan menjajaki berbagai peluang di Madinah dan sektor-sektor strategis lainnya di luar sektor properti yang memberikan manfaat bagi kedua negara," sebutnya.

Danantara Terapkan Prinsip Investasi Terukur

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, kombinasi aset hotel yang telah beroperasi dan lahan pengembangan memberi perusahaan ruang untuk memperluas bisnis dalam jangka panjang seiring pertumbuhan ekosistem haji dan umrah.

"Pada saat yang sama, kami melihat platform ini sebagai peluang untuk memperkenalkan budaya, pelayanan, serta kuliner Indonesia di panggung global. Kami akan menjalankan tahapan selanjutnya secara terukur, dengan berpedoman pada kelayakan komersial, ketentuan regulasi, dan tata kelola yang penuh kehati-hatian, untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan," tuturnya.

Dari sisi mitra pengembang, CEO Thakher Development Faisal Shaker menyebut investasi Danantara sebagai bentuk kepercayaan internasional terhadap kawasan Thakher Makkah. Ia juga menilai transaksi tersebut mencerminkan terbukanya peluang kemitraan jangka panjang di Arab Saudi untuk mendukung pelayanan bagi jemaah.

"Thakher Development merancang peluang investasi untuk mendukung kemitraan berskala besar seperti ini. Kami bangga telah menuntaskan transaksi ini, mulai dari penandatanganan hingga peralihan hak kepemilikan, dalam waktu 10 bulan," imbuhnya.

Faisal mengatakan, fokus selanjutnya adalah menyelaraskan rencana investasi Danantara dengan strategi pengembangan kawasan. Upaya tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi lebih banyak jemaah Indonesia untuk menginap di lokasi yang dekat dengan Masjidil Haram.

"Fokus kami kini adalah memastikan keselarasan antara ambisi investasi Danantara dan strategi pengembangan kami, serta mendukung Danantara dalam mewujudkan tahap berikutnya agar semakin banyak jemaah Indonesia dapat menginap di lokasi yang dekat dengan Masjidil Haram. Hari ini, kami telah mewujudkan peluang ini menjadi model yang dapat direplikasi dan menjadi pintu masuk bagi investor internasional ke Makkah," lanjutnya.

Sementara itu, CEO Khomasiah Group Ammar Baroum menilai komitmen Danantara menunjukkan daya tarik investasi Arab Saudi, terutama di sektor perhotelan dan properti di Makkah serta Madinah.

"Kami bangga atas peran Khomasiah dalam memfasilitasi investasi ini serta mendukung penanaman modal asing sejalan dengan visi Saudi 2030," ucapnya.

IL
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update