Grab Raup Pendapatan US$1,112 Miliar pada Kuartal III/2026, Pengguna Aktif Tembus 57,2 Juta
JurnalFinansial.com - Grab Holdings Limited mencatatkan kinerja positif pada kuartal III/2026 dengan membukukan 57,2 juta pengguna bertransaksi bulanan atau monthly transacting users (MTU). Jumlah tersebut meningkat 20% secara tahunan (year-on-year/YoY) dan mendorong pendapatan konsolidasi perusahaan naik 27% menjadi US$1,112 miliar.
Pertumbuhan itu dicapai di tengah tekanan kenaikan harga bahan bakar dan dinamika makroekonomi di Asia Tenggara. Peningkatan jumlah pengguna aktif serta aktivitas dalam ekosistem digital Grab turut memperkuat kinerja operasional dan profitabilitas perusahaan.
Sejalan dengan capaian tersebut, Grab menaikkan proyeksi pendapatan dan laba operasional yang disesuaikan (Adjusted EBITDA) untuk keseluruhan 2026.
Group Chief Executive Officer sekaligus Co-Founder Grab, Anthony Tan, mengatakan pertumbuhan pengguna menunjukkan kuatnya permintaan terhadap layanan yang tersedia di platform perusahaan.
“Kami melayani 57 juta pengguna aktif bulanan yang rutin bertransaksi di platform pada kuartal ini, di tengah tingginya biaya bahan bakar di kawasan,” kata Anthony Tan dalam siaran pers, Kamis (5/11/2026).
Menurut Anthony, semakin banyak konsumen yang memanfaatkan layanan Grab dibandingkan periode sebelumnya. Skala dan efisiensi jaringan perusahaan memungkinkan Grab menawarkan harga yang lebih terjangkau sekaligus membuka peluang pendapatan bagi mitra pengemudi dan merchant melalui teknologi kecerdasan buatan (AI) serta akses pembiayaan.
“Asia Tenggara terus menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat secara global dan tingkat penetrasinya masih tergolong rendah. Kami akan mempercepat strategi lintas platform untuk menangkap peluang ini dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan serta profitable bagi Grab," lanjut Anthony.
Transaksi Pengantaran dan Mobilitas Meningkat
Aktivitas pengguna yang semakin tinggi turut mendorong nilai transaksi bruto (gross merchandise value/GMV) segmen On-Demand, yang mencakup layanan pengantaran dan mobilitas. Pada kuartal III/2026, GMV segmen tersebut mencapai US$6,835 miliar atau tumbuh 18% YoY.
Bisnis pengantaran, termasuk GrabFood dan layanan bahan pokok (groceries), mencatatkan GMV sebesar US$4,5 miliar. Angka ini meningkat 21% secara tahunan, ditopang ekspansi produk makanan dan kebutuhan sehari-hari serta optimalisasi pendapatan dari bisnis periklanan GrabAds.
Sementara itu, GMV segmen mobilitas tumbuh 14% YoY menjadi US$2,335 miliar. Kinerja tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah transaksi transportasi sebesar 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi profitabilitas, Grab membukukan laba periode berjalan sebesar US$18 juta, naik dari US$17 juta pada kuartal III/2025.
Laba operasi juga melonjak 297% YoY menjadi US$108 juta. Pertumbuhan ini didukung peningkatan pendapatan di seluruh lini bisnis utama, meskipun sebagian terpengaruh kerugian nilai wajar neto sebesar US$57 juta atas aset dan kewajiban keuangan nonoperasional.
Adapun Adjusted EBITDA meningkat 73% YoY menjadi US$237 juta. Dengan demikian, Grab telah mencatatkan pertumbuhan metrik profitabilitas tersebut selama 19 kuartal berturut-turut.
Segmen Financial Services Mulai Membukukan Laba
Chief Financial Officer Grab, Peter Oey, menyampaikan bahwa peningkatan profitabilitas perusahaan didukung perbaikan margin di seluruh segmen operasional.
Salah satu perkembangan penting berasal dari segmen Financial Services yang untuk pertama kalinya mencatatkan Adjusted EBITDA positif sebesar US$12 juta.
Selain itu, Adjusted Free Cash Flow Grab selama 12 bulan terakhir mencapai US$533 juta. Nilai tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.
Peter menilai peningkatan daya ungkit operasional di berbagai segmen bisnis menjadi landasan bagi perusahaan untuk menaikkan proyeksi kinerja sepanjang 2026.
"Seiring daya ungkit operasional (operating leverage) yang terus meningkat di seluruh segmen utama, kami menaikkan panduan kinerja penuh tahun 2026 untuk pendapatan grup menjadi US$4,15 miliar hingga US$4,20 miliar, serta Adjusted EBITDA menjadi US$790 juta hingga US$800 juta,” kata Peter.
Grab Naikkan Proyeksi Kinerja 2026
Grab menaikkan target pendapatan konsolidasi 2026 menjadi US$4,15 miliar–US$4,20 miliar, dari proyeksi sebelumnya sebesar US$4,10 miliar–US$4,15 miliar. Target baru tersebut setara dengan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 23%–25%.
Proyeksi Adjusted EBITDA juga meningkat menjadi US$790 juta–US$800 juta, dibandingkan perkiraan sebelumnya US$720 juta–US$740 juta. Perusahaan memperkirakan capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan 58%–60% YoY.
Di luar kinerja operasional, Grab juga melakukan pembelian kembali saham (buyback) senilai US$400 juta selama September hingga Oktober 2026. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan neraca keuangan, memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, serta mengurangi jumlah saham beredar.
Sementara itu, pembatalan rencana akuisisi foodpanda Taiwan pada Oktober 2026 menyebabkan Grab harus membayar biaya pembatalan transaksi (break fee) sebesar US$60 juta. Biaya tersebut akan dibukukan pada kuartal IV/2026.
Meski demikian, manajemen memastikan biaya terkait transaksi tersebut tidak mengubah proyeksi pendapatan maupun Adjusted EBITDA Grab untuk keseluruhan 2026.
