Investasi RI Tembus Rp528,7 Triliun, Jawa Barat dan Jakarta Jadi Incaran Investor
JurnalFinansial.com - Realisasi investasi Indonesia mencapai Rp528,7 triliun pada kuartal III-2026, tumbuh 7,6% secara tahunan (year-on-year/yoy). Jawa Barat menjadi provinsi dengan realisasi investasi terbesar secara keseluruhan, sedangkan Jakarta memimpin dari sisi penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani menyampaikan capaian tersebut di Istana Negara, Senin (20/10/2026).
Berdasarkan bahan paparan BKPM, total realisasi investasi tersebut terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp270,2 triliun dan PMDN sebesar Rp258,5 triliun.
Dari sisi PMA, Jawa Barat menempati posisi teratas dengan realisasi investasi Rp54,3 triliun atau 20,1% dari total PMA pada kuartal III-2026.
Sulawesi Tengah berada di posisi kedua dengan nilai Rp45,2 triliun atau 16,7%, disusul Maluku Utara sebesar Rp30,1 triliun atau 11,1%. Berikutnya, Kalimantan Barat mencatatkan investasi asing Rp25,2 triliun atau 9,3%, sedangkan Jakarta berada di posisi kelima dengan Rp22,1 triliun atau 8,2%.
Jakarta Pimpin Investasi Dalam Negeri
Berbeda dengan investasi asing, Jakarta menjadi provinsi dengan realisasi PMDN terbesar pada kuartal III-2026. Nilainya mencapai Rp53,6 triliun atau 20,7% dari total investasi dalam negeri.
Jawa Barat menempati posisi kedua dengan realisasi PMDN sebesar Rp36,7 triliun atau 14,2%. Selanjutnya, Jawa Timur mencatatkan Rp24,5 triliun atau 9,5%, Banten sebesar Rp18,9 triliun atau 7,3%, dan Kalimantan Timur sebesar Rp17,4 triliun atau 6,7%.
Jika PMA dan PMDN digabungkan, Jawa Barat menjadi provinsi dengan realisasi investasi terbesar secara keseluruhan, yakni Rp91 triliun atau 17,2% dari total investasi nasional.
Jakarta menempati posisi kedua dengan realisasi Rp75,7 triliun atau 14,3%. Sulawesi Tengah berada di urutan ketiga dengan Rp47,3 triliun atau 8,9%.
Dua provinsi lainnya yang masuk lima besar adalah Jawa Timur dengan realisasi investasi Rp37,8 triliun atau 7,2% dan Maluku Utara sebesar Rp30,6 triliun atau 5,8%.
Capaian tersebut menunjukkan perbedaan pola investasi antarwilayah. Jawa Barat unggul dalam akumulasi investasi asing dan domestik, sementara Jakarta menjadi tujuan utama penanaman modal dalam negeri pada kuartal III-2026.
