Selasa, 03 Nov 2026 NasionalPerbankanInvestasiBisnisEkonomi
Breaking
Beranda › Investasi
Investasi

Jawa Tengah Kejar Investasi Rp110 Triliun hingga Akhir 2026, Baru Terealisasi Rp72,54 Triliun

✍️ iken Larasati 🕒 24 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Jawa Tengah Kejar Investasi Rp110 Triliun hingga Akhir 2026, Baru Terealisasi Rp72,54 Triliun
Jawa Tengah Kejar Investasi Rp110 Triliun hingga Akhir 2026, Baru Terealisasi Rp72,54 Triliun Foto: Istimewa

JurnalFinansial.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menargetkan realisasi investasi daerahnya mencapai Rp110 triliun hingga akhir 2026. Hingga triwulan III 2026, investasi tercatat sekitar Rp72,54 triliun, sehingga masih butuh tambahan sekitar Rp37,46 triliun. Luthfi menyampaikan optimismenya dalam Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026 di KEK Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026), dengan menyebut rencana masuknya perusahaan asal Vietnam sebagai salah satu peluang.

“Sebentar lagi ada perusahaan dari Vietnam akan masuk. Kita optimis bahwa 2026 nanti bisa menyamai capaian tahun lalu, yaitu Rp110 triliun,” kata Luthfi.

Perjalanan Realisasi Investasi

Investasi Jateng tercatat Rp23 triliun pada triwulan I 2026, naik menjadi Rp59,94 triliun pada akhir semester I, dan mencapai Rp72,54 triliun hingga triwulan III. Luthfi menilai capaian ini hasil kolaborasi berbagai pihak menarik investor domestik dan asing lewat forum bisnis, kerja sama antardaerah, serta kemitraan sister province dan sister city dengan sejumlah negara.

Forum Investasi sebagai Andalan

Menurut Luthfi, forum bisnis mempertemukan pelaku usaha, pengelola kawasan industri, dan pemerintah untuk membuka peluang penanaman modal.

“Forum-forum bisnis dan investasi seperti ini dapat mempertemukan dunia usaha, kawasan industri, serta pemangku kebijakan yaitu pemerintah. Salah satu contoh, kami punya Central Java Investment Business Forum (CJIBF), yang sehari bisa menghasilkan investasi sampai Rp19 triliun,” jelas Luthfi.

Pemprov juga mendorong kepala daerah aktif mempromosikan potensi wilayah dan menyiapkan infrastruktur pendukung bagi investor.

Kawasan Industri: Tujuh Beroperasi, 12 Disiapkan

Jateng saat ini memiliki sekitar tujuh kawasan industri di Kota Semarang, Demak, Kendal, Batang, dan Brebes. Pemerintah juga menyiapkan sekitar 12 kawasan industri baru untuk membuka pusat pertumbuhan ekonomi.

“Kawasan industri penting untuk pertumbuhan ekonomi baru. Di Jawa Tengah sekarang pertumbuhan ekonomi sudah 5,80%, atau di atas rata-rata nasional,” ujar dia.

Pemprov berharap pengembangan kawasan industri, forum bisnis, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan menjaga daya tarik daerah bagi investor.

Penghargaan untuk Luthfi

Dalam acara itu, Luthfi menerima penghargaan dari detikcom kategori Figur Akselerator Kemajuan untuk bidang Investasi dan Penguatan Program Strategis Nasional. Ia menyebutnya sebagai dorongan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

Dukungan Keamanan dari TNI dan Polri

Pangdam IV/Diponegoro Sudaryanto dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyatakan komitmen menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. Keamanan dan kepastian hukum dinilai penting bagi investor, sehingga sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, pelaku usaha, dan pengelola kawasan industri diharapkan menopang keberlanjutan investasi. Dengan realisasi Rp72,54 triliun hingga triwulan III, Pemprov kini mengoptimalkan peluang tersisa untuk mengejar target Rp110 triliun.

IL
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update