Kemensos Butuh Lebih dari 13.000 SDM untuk Sekolah Rakyat, Ini Rinciannya
JurnalFinansial.com - Kementerian Sosial (Kemensos) masih berupaya memenuhi kebutuhan lebih dari 13.000 sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat. Kekurangan tenaga pendidik dan pendamping siswa menjadi salah satu tantangan yang perlu diselesaikan agar kegiatan belajar mengajar serta layanan asrama berjalan optimal.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, kebutuhan SDM tersebut mencakup guru, wali asuh, wali asrama, serta tenaga pendukung seperti petugas keamanan, juru masak, dan petugas kebersihan.
"Masih adanya kekurangan wali asuh, guru, dan wali asrama. Ini terus kami cukupi agar seluruh kegiatan bisa berjalan dengan baik," kata Gus Ipul dalam peringatan satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026).
Menurut Gus Ipul, pemenuhan SDM menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Program ini tidak hanya bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga memberikan pendampingan selama siswa mengikuti kegiatan belajar dan tinggal di asrama.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kemensos melakukan perekrutan melalui mekanisme tes dan seleksi terbuka. Sambil menunggu tenaga baru tersedia, kementerian memanfaatkan personel internal, termasuk pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan unsur pilar sosial lainnya.
"Semuanya melalui tes dan seleksi terbuka," ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, personel yang sementara diperbantukan akan kembali menjalankan tugas awal setelah tenaga hasil seleksi tersedia dan kebutuhan SDM Sekolah Rakyat terpenuhi.
Rekrutmen SDM Sekolah Rakyat Disesuaikan dengan Kebutuhan
Pemenuhan tenaga kerja Sekolah Rakyat dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan setiap satuan pendidikan. Penyesuaian tersebut meliputi jumlah kelas, ketersediaan fasilitas, serta sarana pendukung yang dimiliki masing-masing sekolah.
Selain perekrutan yang sedang berjalan, Kemensos berencana melanjutkan seleksi SDM secara berkala setiap tahun. Langkah ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan personel secara bertahap seiring perkembangan penyelenggaraan program.
Ketersediaan guru, wali asuh, wali asrama, dan tenaga pendukung lainnya diharapkan dapat memperkuat layanan pendidikan sekaligus memastikan siswa memperoleh pendampingan yang memadai selama berada di lingkungan sekolah.
Melalui pemenuhan kebutuhan SDM tersebut, Kemensos berupaya menjaga keberlangsungan Sekolah Rakyat agar kegiatan pendidikan dan pembinaan siswa dari keluarga kurang mampu dapat berlangsung lebih optimal.
Pemenuhan tenaga kerja menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pelaksanaan program ini, terutama karena layanan Sekolah Rakyat mencakup kegiatan pembelajaran sekaligus pendampingan siswa di asrama.
