Selasa, 03 Nov 2026 NasionalPerbankanInvestasiBisnisEkonomi
Breaking
Beranda › Investasi
Investasi

Pabrik Sepatu Tutup, Lebak Bidik Investasi Rp800 Miliar dan 1.000 Tenaga Kerja

✍️ iken Larasati 🕒 27 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Kepala DPMPTSP Lebak, Lingga Sagara ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2026).
Kepala DPMPTSP Lebak, Lingga Sagara ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2026). Foto: KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN

JurnalFinansial.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, optimistis realisasi investasi pada 2026 dapat mencapai 100% dari target, bahkan berpotensi melampauinya. Optimisme tersebut tetap terjaga meski sebuah pabrik sepatu di Rangkasbitung tutup dan berdampak pada ribuan pekerja.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lebak, Lingga Sagara, mengatakan minat investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Lebak masih tinggi. Ia menyebut capaian realisasi investasi daerah menunjukkan perkembangan positif.

"Kalau kita lihat dari capaian realisasi investasi, saya yakin di tahun ini akan mungkin 100 persen lebih di laporan (investasi) kita," kata Lingga saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2026).

Investor jajaki investasi Rp800 miliar

Lingga mengatakan sejumlah calon investor masih menjajaki peluang usaha di Kabupaten Lebak. Salah satunya adalah perusahaan produsen kertas untuk bahan baku gipsum yang berencana menanamkan modal sekitar Rp800 miliar.

Investasi tersebut diproyeksikan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja. Menurut Lingga, perusahaan itu telah melakukan audiensi dengan pimpinan daerah pada bulan sebelumnya dan kini masih mempersiapkan perizinan.

"Yang terbaru akan buka di kawasan Industri Rangkasbitung, sudah pasti buka mereka sudah punya lahan untuk dibangun," ujar Lingga.

Pembangunan perusahaan tersebut direncanakan dimulai pada 2027, sementara kegiatan operasional diproyeksikan berjalan sekitar 2028.

Selain itu, terdapat calon investor di sektor kain rajutan yang berencana masuk ke kawasan industri Cibuluh-Citeras. Namun, realisasi rencana tersebut masih bergantung pada pemenuhan persyaratan dan penyelesaian perizinan.

Lebak andalkan kawasan industri dan infrastruktur

Untuk menarik minat investor, Pemkab Lebak menawarkan sejumlah potensi daerah, mulai dari ketersediaan kawasan industri hingga dukungan infrastruktur.

Lingga menyebut Kabupaten Lebak memiliki 13 zona industri dengan luas sekitar 10.900 hektare. Akses jalan tol dan pasokan air dari Waduk Karian juga dinilai menjadi faktor pendukung bagi pengembangan industri.

Pemkab Lebak turut mempromosikan potensi usaha daerah melalui berbagai forum investasi, termasuk Banten Investment Forum.

Lingga berharap investasi baru yang masuk dapat berkembang dan mendorong perusahaan lain untuk ikut menanamkan modal. Dengan demikian, ekosistem industri yang saling mendukung dapat terbentuk, terutama dalam pemenuhan bahan baku dan penguatan rantai pasok.

Penutupan pabrik sepatu berdampak pada 1.100 pekerja

Terkait penutupan pabrik sepatu di Rangkasbitung, Lingga mengatakan dampaknya terhadap realisasi investasi daerah tidak terlalu signifikan. Menurut dia, dampak yang lebih terasa adalah terhadap tenaga kerja.

"Kalau secara dampak ke realisasi investasi tidak terlalu signifikan. Mungkin yang signifikan itu ke tenaga kerja saja," katanya.

Penutupan pabrik tersebut diketahui berdampak pada sekitar 1.100 karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) secara bertahap.

Meski demikian, Pemkab Lebak berharap rencana investasi baru dapat terealisasi sehingga membuka lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

IL
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update