Selasa, 03 Nov 2026 NasionalPerbankanInvestasiBisnisEkonomi
Breaking
Beranda › Perbankan
Perbankan

Pasar Keuangan Indonesia Diperkuat, ADB Setujui Program Senilai US$650 Juta

✍️ iken Larasati 🕒 19 Oct 2026 👁️ 10x dibaca
Pasar Keuangan Indonesia Diperkuat, ADB Setujui Program Senilai US$650 Juta
Pasar Keuangan Indonesia Diperkuat, ADB Setujui Program Senilai US$650 Juta Foto: REUTERS/Cheryl Ravelo

JurnalFinansial.com - Asian Development Bank (ADB) menyetujui pembiayaan sebesar US$650 juta untuk subprogram pertama Program Pendalaman Pasar Keuangan (Financial Market Deepening Program) di Indonesia. Program ini bertujuan memperdalam pasar modal, memodernisasi layanan keuangan digital, serta memperkuat pembiayaan berkelanjutan dan pembiayaan transisi.

Program tersebut mencakup tiga fokus utama, yakni meningkatkan efisiensi pasar keuangan, memperluas layanan keuangan digital yang aman dan inovatif, serta mendorong mobilisasi modal swasta untuk proyek-proyek ramah lingkungan.

Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov mengatakan, akses pembiayaan yang lebih mudah dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis dan menciptakan lapangan kerja. Sementara itu, layanan keuangan digital yang aman dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk menabung dan merencanakan masa depan.

"Ketika masyarakat dapat menggunakan layanan keuangan digital dengan aman, mereka memiliki peluang yang lebih besar untuk menabung dan membangun masa depan mereka. Program ini akan semakin memperkuat sistem keuangan Indonesia sehingga terus memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menarik investasi untuk pembangunan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2026).

Dalam pengembangan pasar modal, reformasi yang didukung program ini diarahkan untuk meningkatkan likuiditas, transparansi, dan partisipasi investor. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pengembangan mekanisme peminjaman efek (securities lending), penyediaan likuiditas, dan penguatan pasar obligasi.

Pada sektor keuangan digital, program ini mendukung penguatan kerangka regulasi aset digital, peningkatan standar keamanan siber, serta perbaikan perlindungan konsumen. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong inovasi sekaligus menjaga keamanan pengguna layanan keuangan digital.

Adapun dalam pembiayaan berkelanjutan dan transisi, program ini mencakup penguatan regulasi dan infrastruktur pasar, perluasan taksonomi keuangan berkelanjutan, pengembangan kredit hijau, serta pengurangan hambatan penerbitan instrumen keuangan berkelanjutan.

Indonesia terus berupaya memperdalam dan memperkuat ketahanan pasar modal untuk menarik investasi bagi pertumbuhan usaha dan pembangunan ekonomi. Pengembangan ini juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada pembiayaan perbankan.

Pada 2025, kapitalisasi pasar saham Indonesia tercatat sebesar 66,4 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut menunjukkan masih adanya ruang untuk memperluas pasar modal dan meningkatkan partisipasi investor.

Subprogram pertama ini meneruskan dukungan ADB terhadap pengembangan sektor keuangan Indonesia, termasuk melalui Financial Market Development and Inclusion Program dan Promoting Innovative Financial Inclusion Program.

Program tersebut juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan Visi Indonesia Emas 2045.

ADB merupakan bank pembangunan multilateral yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan, inklusif, dan tangguh di kawasan Asia-Pasifik. Didirikan pada 1966, lembaga tersebut dimiliki oleh 69 anggota, dengan 50 anggota berasal dari kawasan Asia-Pasifik.

IL
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update