Selasa, 03 Nov 2026 NasionalPerbankanInvestasiBisnisEkonomi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.030 per Dolar AS, Money Changer Jual di Atas Rp18.000

✍️ iken Larasati 🕒 19 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Warga melakukan penukaran mata uang rupiah ke dolar AS di Money Changer Valuta Artha Mas, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Warga melakukan penukaran mata uang rupiah ke dolar AS di Money Changer Valuta Artha Mas, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman

JurnalFinansial.com - Sejumlah tempat penukaran uang atau money changer di Jakarta Pusat menetapkan kurs jual dolar Amerika Serikat (AS) di atas Rp18.000 per dolar AS pada Senin (19/10/2026). Penyesuaian kurs ini terjadi di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,17% ke level Rp18.030 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan Jumat (16/10/2026) di level Rp18.000 per dolar AS.

Pantauan CNBC Indonesia menunjukkan PT Daffa Indo Valuta di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, menetapkan kurs jual dolar AS sebesar Rp18.120 dan kurs beli Rp17.900 per dolar AS.

Supervisor PT Daffa Indo Valuta Aris Permana mengatakan kurs beli dolar AS di tempat penukaran uang tersebut meningkat Rp300 dalam sepekan, dari Rp17.600 pada Senin pekan sebelumnya menjadi Rp17.900 pada Senin (19/10/2026).

"Untuk kurs [beli] dolar Amerika Serikat ini grafiknya meningkat ya. Dari mulai Senin minggu lalu itu masih di Rp17.600, sekarang sudah Rp17.900. Dengan kata lain berarti sudah ada peningkatan 300 poin di seminggu ini," ujar Aris saat berbincang dengan CNBC Indonesia, Senin (19/10/2026).

Menurut Aris, permintaan dolar AS dari masyarakat meningkat setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada Jumat (16/10/2026). Penurunan IHSG terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi terkait kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.

Aris menyebut lonjakan permintaan tersebut turut mendorong kenaikan harga dolar AS karena jumlah pembeli melampaui pasokan yang tersedia saat itu.

"Justru waktu itu malah banyak yang beli. Nah, makanya kenapa dolar AS nya di hari Jumat naik itu karena peminat dolar AS-nya meningkat daripada yang jualnya," ujar Aris.

Selain PT Daffa Indo Valuta, VIP Money Changer di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, juga menetapkan kurs dolar AS di kisaran Rp18.000. Tempat penukaran uang tersebut mencantumkan kurs jual Rp18.020 dan kurs beli Rp18.070 per dolar AS. Namun, pihak VIP Money Changer tidak memberikan penjelasan mengenai tren perubahan kurs selama sepekan terakhir.

Warga Tukarkan Dolar ke Rupiah

Di tengah penguatan dolar AS, sebagian masyarakat juga memanfaatkan pergerakan kurs untuk menukarkan dolar ke rupiah.

Salah satunya Adil Haryono (57), seorang pekerja yang menukarkan US$10.000 miliknya ke rupiah dengan kurs Rp18.020 per dolar AS. Dari transaksi tersebut, ia memperoleh Rp180,2 juta.

Adil mengatakan kenaikan nilai dolar AS menjadi salah satu pertimbangannya untuk melakukan penukaran.

"Pengaruh yang lebih signifikan karena makin tingginya nilai dolar aja," ujar Adil kepada CNBC Indonesia.

Ia juga menyoroti kondisi nilai tukar rupiah saat ini.

"Kita semua tahu ya kondisi Indonesia saat ini kita tahu ya semuanya. Nilai rupiah hampir enggak ada harganya gitu ya," ujarnya.

IL
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update