Selasa, 03 Nov 2026 NasionalPerbankanInvestasiBisnisEkonomi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Stok BBM Nasional Dinyatakan Aman, Bahlil Akui Distribusi ke Daerah Masih Jadi Tantangan

✍️ iken Larasati 🕒 23 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di kantornya, Jumat (23/10/2026).
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di kantornya, Jumat (23/10/2026). Foto: KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU

Bahlil Lahadalia menyatakan stok BBM nasional aman, namun distribusi terkendala cuaca dan pendangkalan sungai. Pemerintah juga mengubah skema impor energi lewat G to G dan BLU.

JurnalFinansial.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan persediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional secara umum masih aman, meski distribusi ke sejumlah daerah menghadapi hambatan geografis dan cuaca. Ia menyampaikannya kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026), seperti ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (23/10/2026).

Stok Aman, Jalur Distribusi Berubah

Pendangkalan sungai di beberapa daerah, termasuk Kalimantan, Papua, dan Asmat, disebut dapat menghambat pengiriman BBM. Jalur yang semula ditempuh lewat laut pun harus dialihkan ke darat.

“Yang tadinya bisa lewat laut, sekarang kita harus putar lewat darat. Jadi secara umum untuk stok nasional kita insya Allah aman di atas rata-rata. elpiji juga di atas rata-rata 13 hari, yang lainnya di atas 20 hari,” ucap dia.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa stok yang cukup secara nasional tidak otomatis berarti distribusi ke setiap wilayah lancar. Gangguan transportasi dan perubahan jalur tetap dapat memengaruhi pasokan di tingkat daerah.

Contoh di Bali: Kapal Tiba Malam, Bukan Pagi

Persoalan distribusi itu tergambar dalam kelangkaan BBM yang sempat terjadi di Bali. Menurut Bahlil, penyebabnya bukan stok nasional, melainkan keterlambatan kapal pengangkut dari Jawa Timur yang seharusnya tiba pagi hari tetapi baru sampai malam.

“Izin kami laporkan kejadian kemarin di Bali itu sesungguhnya yang terjadi adalah bukan persoalan cadangan nasionalnya, tetapi distribusi dari Jawa Timur ke Bali itu yang terlambat kapal kurang lebih sekitar, harusnya masuk 05.30 pagi, masuknya malam,” ujar Bahlil dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (23/10/2026).

Kondisi pasokan di Bali kini berangsur membaik. Berdasarkan laporan Bahlil hingga Rabu (21/10/2026), stok BBM di Bali cukup untuk kebutuhan 12 hari ke depan.

Presiden Minta Kontrak Pasokan Diperiksa

Prabowo menegaskan persoalan di Bali adalah keterlambatan pasokan dan distribusi, bukan ketiadaan stok. Ia meminta Menteri ESDM, Dirut Pertamina, Danantara, dan BUMN terkait memeriksa ulang kontrak-kontrak pasokan minyak agar rantai pasokan berjalan baik dan gangguan serupa bisa diantisipasi.

“Yang tadi kita alami di Bali keterlambatan pasokan minyak ya, bukan karena stoknya enggak ada, karena distribusinya. Jadi saya perintahkan Menteri ESDM, saya perintahkan Dirut Pertamina ya, saya perintahkan Danantara, kemudian BUMN-BUMN yang ada itu untuk memeriksa lagi kontrak-kontrak itu,” kata dia.

Skema Pengadaan Energi Berubah

Bahlil juga melaporkan perubahan mekanisme pengadaan minyak mentah, BBM, dan elpiji. Peraturan presiden (perpres) terkait telah ditandatangani, dengan pengadaan langsung antarpemerintah (government-to-government/G to G) melalui badan layanan umum (BLU).

“Perpres sudah ditandatangani untuk pengadaan seluruh crude, BBM, dan elpiji akan dilakukan langsung secara G to G lewat BLU. Untuk solar, Bapak Presiden, alhamdulillah sudah tidak kita lakukan impor, jadi clear, khususnya solar 48. Solar CN 51 kita masih sebagian melakukan impor,” sambung Bahlil.

Dengan demikian, impor solar jenis CN 48 sudah dihentikan, sedangkan solar CN 51 masih sebagian dipenuhi dari impor. Laporan ini menjadi bagian pembahasan pemerintah mengenai ketahanan pasokan energi dan kelancaran distribusi di berbagai daerah.

IL
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update