Tiga Hal yang Perlu Dipantau Investor dari Anak Usaha Baru Darma Henwa, PT DH Logistik
JurnalFinansial.com - BRI Danareksa Sekuritas menyoroti tiga hal yang perlu dicermati investor dari pendirian PT DH Logistik, anak usaha baru PT Darma Henwa Tbk (DEWA): nilai setoran modal, perolehan kontrak pertama, dan potensi dominasi transaksi dengan pihak terafiliasi. Ketiganya dinilai bisa menjadi indikator perkembangan operasional dan kontribusi anak usaha tersebut terhadap kinerja konsolidasi DEWA.
Kontribusi Bergantung pada Klien Eksternal
BRI Danareksa Sekuritas memandang pendirian PT DH Logistik sebagai langkah diversifikasi bagi DEWA, yang selama ini mengandalkan jasa kontraktor pertambangan dengan kontrak dari pelanggan batu bara. Namun, kontribusi bisnis logistik baru diperkirakan terasa jika PT DH Logistik mampu menggaet klien di luar proyek internal grup.
Karena itu, kontrak dengan pelanggan eksternal menjadi tolok ukur penting. Kemampuan anak usaha membangun basis pelanggan sendiri juga akan menentukan seberapa jauh diversifikasi ini mengurangi ketergantungan DEWA pada bisnis kontraktor tambang.
Profil PT DH Logistik
PT DH Logistik didirikan pada 22 Oktober 2026. Perusahaan akan bergerak di jasa pengurusan transportasi (freight forwarding) melalui jalur kereta api, darat, laut, dan udara, dan tidak mencakup jasa pengemasan barang oleh pihak ketiga. DEWA memegang 99,90 persen saham, sedangkan 0,10 persen dimiliki PT Cipta Multi Prima.
Pembentukan anak usaha ini bagian dari upaya DEWA menciptakan sumber pendapatan baru di luar jasa kontraktor pertambangan dan mendukung keberlangsungan usaha jangka panjang.
Pergerakan Saham DEWA
Pada perdagangan Jumat (23/10/2026), hingga pukul 11.34 WIB, saham DEWA naik 6,20 persen atau 16 poin ke Rp274, setelah bergerak di rentang Rp256 hingga Rp274. Penguatan itu berlangsung di tengah kabar anak usaha baru, tetapi data tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa kenaikan saham disebabkan langsung oleh pembentukan PT DH Logistik.
Ke depan, perkembangan kontrak, kebutuhan modal, dan kontribusi pendapatan dari bisnis logistik akan menjadi aspek yang dapat dicermati investor dalam menilai langkah diversifikasi DEWA.
